Tentang Kami

Dalam manuskrip Bugis, dunia dibagi menjadi tiga yaitu Dunia Atas yaitu Botting Langiq, Dunia Tengah disebut Alekawa dan Dunia Bawah bernama Peretiwi. Pada suatu masa, Sang Pencipta di Botting Langiq menyadari bahwa alam tengah, yaitu Alekawa, mestilah menjadi tempat berinteraksinya banyak makhluk. Dunia mesti menjadi pertemuan banyak hal. Manusia bahu-membahu membangun peradabannya di sana. Saling menghargai dan saling memahami keberagaman, merawat alam semesta dan mengabdi pada Pencipta. Alekawa, tempat di mana hubungan dan segala keterkaitan berlangsung. Spirit ini mengilhami lahirnya Alekawa Language and Culture Center yang menjadi wadah belajar dan bertemunya budaya serta perspektif yang beragam.

Alekawa Language and Culture Center merupakan lembaga di bawah Yayasan Meufa Indonesia Cerdas. Berdiri pada tanggal 9 Maret 2017, dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat Indonesia dan masyarakat asing yang berkunjung ke Indonesia khususnya kota Makassar, Sulawesi Selatan.